Hati-hati Melintas Jalan Rusak di Jakarta Utara!
Feb 17th, 2009 | By admin | Category: OtomotifJAKARTA, SELASA – Jalan rusak di Jakarta Utara kian menyengsarakan pengemudi, angkutan barang dan penumpang serta sepedamotor. Pasalnya, di ruas jalan yang rusak itu dijadikan sasaran empuk kawanan penjahat.Terutama antara ruas Jalan Pegangsaan Dua dan sebagian Perintis Kemerdekaan yang menyebabkan kemacetan.
Seperti diakui Wawan (45), pengemudi pengangkut elpiji kalau dirinya sudah dua kali kecurian tabung berisi 3kg dan 12 kg ketika melinbtas di Jalan Pegangsaan Dua, hampir memasuki Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (16/2). Dirinya tidak menyadari dua orang naik ke mobil saat melintas jalan rusak dan mengambil tabung gas.
Agar tidak dicuri orang, mobil pengangkut tabung gas sekarang dimodifikasi dengan memasang jeruji dan setiap tabung diberi rantai. Hal ini untuk menghindari pencuri tabung gas memanfaatkan situasi. Akibat ulah penjahat jalanan, Wawan terpaksa mengganti rugi tabung gas yang hilang dicuri.
Sutowo (34), warga RW 02 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, menjelaskan, meski polisi sering razia dan berkeliling di kawasan itu, tetap saja penjahat jalanan memanfaatkan kelengahan petugas. Para pelaku penjahat beraksi sore atau menjelang malam. ”Telepon seluler rekan yang sedang naik sepeda motor juga dijambret tepat pada saat dia memperlambat laju kendaraan di jalan yang rusak,” tuturnya.
Di Jalan Cakung Cilincing, tak jauh dari pintu masuk Jalan Tol Rorotan, juga rawan kejahatan. Setiap sore, akses jalan yang sebagian rusak ini selalu ramai dan padat. ”Saat itulah para pelaku kriminal melakukan kejahatan. Sasarannya buruh yang baru pulang kerja,” kata Gumar Gultom (40), tukang tambal ban di dekat pintu masuk Jalan Tol Rorotan.
Kalangan sopir umumnya mengingatkan pengguna jalan sebaiknya waspada dan berhati-hati saat melintasi jalan yang rusak, seperti Jalan Cilincing Raya, Jalan Mindi, Lagoa, dan jembatan Cakung Drain di Jalan Jayapura, Pegangsaan Dua dan Perintis Kemerdekaan. ”Tidak hanya preman jalanan yang meminta uang, penjambretan maupun penodongan juga kerap terjadi,” kata Gumar Gultom.
Jakbar dan Jakpus
Kerusakan jalan terjadi merata di ruas jalan utama, seperti di kawasan Jembatan Dua, Pangeran Tubagus Angke, Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat. Pengendara motor harus berhati-hati saat melintasi jalan layang di Jembatan Tiga-Jembatan Dua dan simpang Grogol.
Dalam pantauan di sekitar Pasar Jembatan Lima dan Jalan Tubagus Angke, kemacetan semakin parah karena adanya kerusakan bahu jalan dan kerusakan lampu pengatur lalu lintas di sejumlah lokasi.
Jalan berlubang yang membahayakan pengendara motor dan mobil terlihat di Jalan Daan Mogot dari arah Kantor Samsat, jembatan Cengkareng Drain, jalan layang Pesing, perempatan Grogol, hingga jalan layang Roxy. Kerusakan jalan mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang parah pada jam tertentu.
Di Jakarta Pusat, kerusakan juga terpantau di Jalan Galunggung dan Jalan Sultan Agung. Kawasan tersebut minim penerangan jalan sehingga rawan terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang.
Kerusakan jalan terjadi pula di sekitar perlintasan kereta api, seperti di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, dan di sekitar Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Budi Widiantara mengatakan, anggaran Rp 35 miliar telah dikucurkan untuk perbaikan jalan sementara, yaitu dengan penambalan. Beberapa jalan yang ditambal terlihat sudah rusak kembali.
Wah kayaknya harus ada pengawasan ekstra ketat, baik dari masyarakat, pemerintah, maupun media (thanks buat blog ini).. semoga dengan ‘naik’nya artikel ini dapat mengembangkan wacana ini ke tingkat yang lebih luas lagi.. untuk membangkitkan perhatian lebih dalam lagi.. so pemerintah dapat bertindak lebih cepat..
nb. Kayaknya konstruksi jalannya harus diperiksa.. siapa tau ada ‘bumbu-bumbu’ aspal jalan yang dikorupsi, sehingga kekuatan konstruksi jalan raya tidak seperti yang semestinya.