INTERNATIONAL : Hillary Memulai Kunjungan ke Asia

Feb 17th, 2009 | By admin | Category: Terbaru


AP photo/Shizuo Kambayashi
Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton (kiri) saat disambut para pejabat Jepang di Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang, Senin (16/2). Hillary melakukan perjalanan pertamanya ke luar negeri sebagai Menlu AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama dengan mengunjungi sejumlah negara Asia, yakni Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan China.

Selasa, 17 Februari 2009 | 00:46 WIB

tokyo, senin – Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton tiba di Jepang, Senin (16/2), mengawali rangkaian kunjungan luar negeri pertama ke sejumlah negara Asia. Hillary membawa pesan bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama siap bekerja sama dengan pemerintahan negara-negara Asia untuk mengatasi tantangan global.

Hillary berada di Jepang selama tiga hari sebelum melanjutkan kunjungan ke Indonesia. ”Saya telah memilih Asia sebagai kunjungan pertama saya sebagai menteri luar negeri untuk menyampaikan bahwa hubungan Amerika di Pasifik tidak bisa dikesampingkan demi menghadapi tantangan dan meraih kesempatan abad ke-21,” ujar Hillary, tidak lama setelah mendarat di Bandara Haneda, Tokyo.

”Dengan memperkuat aliansi Asia yang bersejarah yang dimulai di sini dan dengan membangun kemitraan baru dengan negara-negara yang sedang tumbuh, kita bisa memulai membangun jaringan di seluruh dunia demi menyelesaikan persoalan yang tidak bisa kita selesaikan sendiri,” katanya.

Dia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang Taro Aso, menteri perdagangan, menteri luar negeri, dan pemimpin oposisi Ichiro Ozawa.

”Kami akan membahas bagaimana menangani krisis perekonomian global, isu Korea Utara, Afganistan, dan isu lain yang dihadapi komunitas internasional dan kawasan,” kata juru bicara Pemerintah Jepang, Takeo Kawamura.

Selain itu, kata Kawamura, pembicaraan mencakup penguatan hubungan AS-Jepang dan penguatan kerja sama di antara kedua negara soal isu nuklir Korea Utara. Jepang juga memunculkan isu emosional tentang warga negara Jepang yang diculik Korut tahun 1970-an dan 1980-an semasa Perang Dingin. Hillary telah menyatakan setuju untuk bertemu dengan keluarga korban penculikan.

Tetsuro Kato, pakar politik dari Hitotsubashi University, mengatakan, pemilihan Jepang sebagai negara yang pertama dikunjungi Hillary mengindikasikan maksud AS untuk mendesak Jepang memainkan peran aktif dalam menangani isu-isu berat.

Surat kabar Sankei Shimbun dalam editorialnya menyebutkan, kunjungan Hillary ke Jepang disambut sebagai isyarat dari pemerintahan Obama untuk memperkuat aliansi dengan Jepang.

”Persoalan urgen adalah isu Korea Utara. Perlu untuk sepakat soal strategi negosiasi antara Jepang, AS, dan Korea Selatan terhadap Korea Utara di bawah pemerintahan Obama,” sebut editorial itu.

Beberapa jam sebelum Hillary tiba di Tokyo, Korut menyatakan akan melanjutkan rencana peluncuran roket sebagai bagian dari program luar angkasa.

Tak bisa melarang

Dari Jakarta dilaporkan, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menjelaskan, polisi tidak bisa melarang jika ada warga yang hendak berdemonstrasi pada hari kedatangan Hillary.

Meski demikian, berdasarkan peraturan, warga yang hendak berunjuk rasa sebaiknya melapor 3 x 24 jam sebelumnya. Warga yang melapor kurang dari batas waktu itu tidak akan diberi surat tanda terima pemberitahuan dari kepolisian.

”Akan tetapi, tanpa surat itu polisi tetap tidak bisa melarang orang demonstrasi,” kata Abubakar.

Pengamanan terhadap Hillary, kata Abubakar, akan dilakukan polisi di lapis kedua. Pengamanan lapis pertama biasanya dilakukan oleh petugas keamanan AS sendiri.

Kemarin, sekitar 100 anggota kelompok Hizbut Tahrir Indonesia menggelar protes kunjungan Hillary ke Indonesia di depan gedung Kedutaan Besar AS di Jakarta. (ap/afp/fro/sf)

Leave Comment